BAB IV
METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah berdasarkan keilmuan (Nursalam, 2000). Pada bab ini akan menjelaskan tentang desain penelitian, populasi, sampel dan sampling, identitas variabel penelitian, desain operasiaonal, lokasi dan waktu penelitian, analisa data, teknik pengumpulan data, etika penelitian dan keterbatasan penelitian.
A. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian (Nursalam, 2003). Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena (Arikunto, 1998). Tujuan penelitian ini menggambarkan hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan cross sectional. Survey cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Setiap subjek penelitian hanya diobservasi satu kali dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan (Notoatmodjo, 2005).
B. Populasi, Sampel, Besar Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruah subjek penelitian. Apabila seorang peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada di wilayah penelitian, maka penelitiannya itu disebut penelitian populasi (Arikunto, 2003).
Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai populasi adalah orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo sejumlah 120 orang tua.
2. Sampel dan Besar Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi (Notoadmodjo, Soeladji, 2002). Besar sampel adalah banyaknya anggota yang akan dijadikan sampel (Notoadmodjo, 2002). Bila sampel <10.000 maka besar sampel akan ditemukan dengan rumus sebagai berikut:
n= N
1 + N (D)2
n= 120
1 + 120 (0.05)2
= 92 sampel
Keterangan:
n : besar sampel
N: besar populasi
D: tingkat kepercayaan/ kepatuhan yang diinginkan = 0.05
Dari hasil perhitungan, ditentukan besar sampel sebanyak 92 oarang tua yang anaknya sekolah di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo, dengan kriteria sampel:
a). Orang tua (ayah atau ibu) dengan anak usia prasekolah di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo.
b). Orang tua (ayah atau ibu) yang bersedia menjadi responden.
c). Orangtua (ayah atau ibu) yang tidak buta huruf atau bisa membaca dan menulis.
3. Teknik Pengambilan Sampel atau Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi sampel yang digunakan untuk penelitian dari populasi yang ada dengan tehnik sampling (Aziz, 2003). Pada penelitian ini menggunakan tehnik Random Sampling dengan cara diundi, yaitu dimana tehnik penempatan sampel dengan mencantumkan nomor yang sudah mewakili responden dan diambil dengan cara undian (Arikunto, 2002).
C. Identifikasi Variabel
Dibawah ini dijelaskan variabel independent dan variabel dependent menutut Nursalam (2002), yaitu:
1. Variabel Independent
Variabel ini juga biasanya juga disebut dengan variabel bebas. Variabel independent atau variabel bebas adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain (Nursalam, 2003). Fungsi afektif keluarga sebagai variabel independent.
2. Variabel Dependent
Variabel ini disebut sebagai variabel respon atau out put. Respon berarti variabel ini akan muncul sebagai akibat dari suatu variabel. Variabel dependent atau disebut juga variabel terikat adalah variabel yang diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas (Nursalam, 2003). Variabel dependent dalam penelitian ini adalah tingkat kemandirian anak usia prasekolah (4-5 tahun).
D. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisa berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan (Nursalam, 2003). Definisi operasional ini akan dijabarkan selanjutnya pada tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1 Definisi Operasional Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Anak Usia Prasekolah.
No
Variabel
Definisi Operasional
Parameter
Alat Ukur
Skala
Skor
1
Variabel Indepen-dent, Fungsi Afektif Keluarga.
Persepsi keluarga terhadap rasa kasih sayang dan mencintai dari orang tua pada anggota keluarga yang lain yaitu anak usia prasekolah (4-5 tahun).
Fungsi afektif keluarga meliputi:
1. saling mengasuh:
a.orang tua memberikan kehangatan pada anaknya
b.orang tua memberikan cinta kasih pada anaknya
c.orang tua menerima dan mendukung keinginan anak.
2. saling menghargai:
a.orang tua mendengarkan pendapat anak
b.orang tua memberikan hak anak.
c.orang tua mengakui keberadaan anak.
Kuesioner
Nominal
Baik: 2, ≥ 70% bila memenuhi 4 item fungsi afektif (2 item saling mengasuh dan 2 item saling menghargai).
Kurang: 1, < 70% bila memenuhi < 4 item fungsi afektif (1-3 item saling mengasuh dan saling menghargai).
No
Variabel
Definisi Operasional
Parameter
Alat Ukur
Skala
Skor
2.
Variabel Depen- dent, tingkat kemandirian anak usia prasekolah
Kemandirian anak yang dipersepsikan orang tua pada kemampuan anak usia prasekolah dalam mengatur dirinya sendiri untuk kebutuhan sehari-hari.
18 kriteria kemandirian:
a. memindahkan kursi
b. berjalan
c.mengerti penggunaan toilet.
d. naik turun tangga
e.mengekspresikan sesutu
f. interaksi sosial
g.belajar menggunakan alat-alat mandi
h. makan
i. mandi
j.berlatih buang air besar
k. memakai celana
l. paham bila disuruh
m. memakai baju
n. berlatih buang air kecil
o. merawat diri
p. daya ingat terhadap sesuatu
q. mengatasi masalah
r. menggunakan toilet
Kuesioner
Nominal
Mandiri: 2 (bila 18 item sebagian besar nilai jawaban dengan pada rentang 6-7).
Tidak mandiri: 1 (bila 18 item sebagian besar nilai dengan jawaban pada rentang nilai 1-5).
E. Lokasi dan Waktu Penelitian
Pada penelitian ini akan diuraikan rencana lokasi dan waktu penelitian, yaitu :
1.Lokasi penelitian dilakukan di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo
2.Waktu penelitian dimulai Nopember 2010 samapai April 2011
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian untuk alat ukur digunakan untuk mengumpulkan data (Alimul, 2003)
1. Fungsi Afektif Keluarga
Kuesioner 1 tentang fungsi afektif keluarga terdapat 12 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan terdapat 2 jawaban, tiap jawaban memiliki penilaian sebagai berikut: baik untuk jawaban A, kurang untuk jawaban B. Dari hasil penjumlahan seluruh pertanyaan dikatakan bahwa Orang tua baik jika ≥ 70% bila memenuhi 4 item fungsi afektif (2 item saling mengasuh dan 2 item saling menghargai). Kurang: < 70% bila memenuhi < 4 item fungsi afektif (1-3 item saling mengasuh dan saling menghargai).
2. Tingkat Kemandirian Anak Usia Prasekolah
Instrumen penilaian pada tingkat kemandirian anak usia prasekolah dalam bentuk kuesioner yang mengacu pada skala WeeFIM (2002) dimana terdapat 18 kriteria, dari 18 kriteria tersebut memiliki skor penilaian. Skor penilaiannya anak dikatakan mandiri apabila dari 18 kriteria memiliki skor sebagian besar pada rentang nilai 6-7, sedangkan anak dikatakan tidak mandiri apabila 18 kriterianya memiliki skor pada rentang nilai 1-5.
G. Analisa Data
Menurut Notoadmodjo (2005) analisa data dibedakan menjadi analisa multivariate, analisa bivariate, dan analisa univariate. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisa univariate dan analisa bivariate.
1. Analisa Univariate
Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan untuk satu variabel atau tiap variabel. Analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dati tiap variabel (Notoadmodjo, 2002). Dalam penelitian ini analisa univariate akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi presentase pada variabel independent dan variabel dependent. Pada variabel independent akan disajikan analisa univariate fungsi afektif keluarga, yaitu fungsi afektif keluarga baik dan kurang baik. Pada variabel dependent analisa univariate tingkat kemandirian anak yakni mandiri dan tidak mandiri . Berikut ini rumus perhitungan presentase sederhana menurut Arikunto (2002).
P = Q x 100%
R
Keterangan:
P : Nilai presentase
Q : Nilai dalam jawaban
R : Nilai tertinggi
Menurut Arikunto (2002) dalam membaca bab kesimpulan menggunakan skala sebagai berikut:
100% : seluruhnya
76-99% : hampir seluruhnya
51-75% : sebagian besar
50% : setengah
26-49% : hampir setengah
1-25% : sebagian kecil
0% : tidak satupun
2. Analisa Bivariate
Analisa bivariate adalah analisa yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara dua variabel (Notoadmodjo, 2002). Dalam penelitian ini akan menghubungkan fungsi afektif keluarga dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah, dilakukan dengan uji statistik chi-square dengan nilai kemaknaan P= 0.05. Apabila P < α berarti H1 diterima atau H1 gagal ditolak artinya ada hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan tingkat kemandirian anak usia pra sekolah. Pada penelitian ini menggunakan uji korelasi chi-square. Berikut ini rumus uji statistik chi-square menurut Candra (1995):
2=∑ (O-E)2
E
Keterangan:
2 : Koefisian Kontingensi (Khi-Kuadrat)
O : Frekuensi Observasi
E : Frekuensi Harapan
Analisa pada penelitian ini uji statistik chi-square menggunakan teknik komputerisasi.
H. Pengumpulan Data
Setelah mendapat ijin dari kepala TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo. Peneliti mengadakan pendekatan atau membuat kontrak dengan orang tua siswa untuk mendapatkan persetujuan sebagai responden penelitian. Responden adalah orang tua yang menyekolahkan anaknya di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo. Pengumpulan data untuk variabel Independent dan variabel Dependent dilakukan dengan pembagian kuesioner yang telah dipersiapkan oleh peneliti.
I. Etika Penelitian
1. Lembar Persetujuan (Informed Consent)
Diberikan pada responden, tujuannya adalah subyek mengetahui maksud, tujuan dan harapan peneliti mempersilahkan responden menandatangani lembar persetujuan. Bila responden menolak maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-haknya.
2. Tanpa Nama (Anonimity)
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data cukup dengan inisial.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Untuk menjaga kerahasiaan dari hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah yang lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang dilaporkan pada hasil riset.
J. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, keterbatasan yang dihadapi adalah:
1. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sehingga memungkinkan responden menjawab pertanyaan tidak jujur atau responden kurang memahami maksud dari pertanyaan sehingga terjadi salah persepsi.
2. Sampel yang digunakan kurang representatif, karena hanya menggunakan orang tua yang anaknya sekolah di TK Bina Ana Prasa Jati Sidoarjo.
3. Alat ukur pada variabel Independent tidak dilakukan uji validitas dan reabilitas.
Minggu, 30 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar